TAIPEI _ Google Street View ternyata tidak hanya berguna untuk mencari tahu tempat. Pasalnya, karena layanan gambar panorama Google itu, seorang pria bernama Lee harus membayar denda sebesar USD2 ribu atau sekira Rp18 juta.
Dilansir dari Ubergizmo, Jumat (6/7/2012), insiden bermula ketika seorang pengendara sepeda dikejar oleh anjing, sehingga menyebabkan ia terjatuh dan melukai dahinya. Pria tersebut akhirnya memutuskan membawa kasus yang menimpanya itu ke pengadilan dan menggugat si pemilik anjing yang bernama Lee.
Namun, Lee menyangkal dia bukan pemilik anjing itu dan menolak tuduhan telah menyebabkan cedera pada orang lain karena kelalaiannya. Melihat Lee yang tidak mau mengakui kesalahan, akhirnya pengendara sepeda itu menggunakan foto Google Street dari lingkungannya.
Dari foto Google Street itu, terbukti bahwa anjing yang mencelakainya ada di halaman rumah Lee dan terbukti Sehingga berkat foto tersebut, membuktikan Lee adalah si pemilik anjing yang telah mencelakainya.
Hakim akhirnya menerima foto Google Street sebagai bukti dan mendenda pemilik anjing sebesar USD2 ribu atau sekira Rp18 juta.
Putus
cinta dan melupakan mantan pasangan tak pernah mudah. Namun bukan
berarti Anda terus-menerus berduka karena merasa kehilangan. Berikut
beberapa kiat melupakan mantan pasangan yang dikutip dari Sheknows.
1.
Stop kontak selama dua bulan. Anda pasti pernah mendengar 'time
healing'. Waktu memang selalu menjadi penyembuh sakit hati Anda. Untuk
itu biarkan waktu menghapus ingatan Anda tentang mantan pasangan.
Minimal jangan menghubunginya selama dua bulan. Jangan menelepon, SMS,
BBM, dan sebagainya. Berikan juga kesempatan untuk hati dan emosi Anda
agar lebih stabil.
2.
Simpan kenangan. Sebaiknya singkirkan segala sesuatu yang bisa
membangkitkan kenangan Anda mengenai sang mantan. Tak perlu lagi
menyimpan foto atau hadiah-hadiahnya. Tak perlu membuangnya,
menyimpannya di suatu wadah tertutup sudah cukup. Jika perasaan sudah
lebih baik, hadiah-hadiah dari sang mantan bisa kembali Anda manfaatkan.
3.
Bertemu orang lain. Jangan mengurung diri di rumah. Justru perluaslah
pergaulan Anda. Bukan berarti Anda harus mencari penggantinya, namun
menambah teman tentu tak ada salahnya bukan?
4.
Berbahagia. Menangis terus menerus tak akan membuat Anda bahagia.
Mulailah tersenyum, kenalilah potensi Anda. Tak ada salahnya untuk ke
salon dan mal untuk merawat diri dan membeli busana. Mempercantik
penampilan akan membuat Anda sadar, bahwa ada orang yang lebih baik yang
bisa didapatkan, ketimbang terus menangisi mantan.
Defanie Arianti - Okezone
CALIFORNIA - Facebook mengungkapkan, setiap hari mereka harus ‘menendang’ sekira 20 ribu user di bawah umur karena berbohong soal usia mereka. Demikian seperti dilansir The Next Web, Selasa (22/3/2011).
Meski telah mencantumkan regulasi tentang usia minimum penggunanya, Facebook masih saja mendapatkan anak-anak di bawah umur mencoba mendaftar dalam layanan jejaring sosial terpopuler itu dengan berbohong tentang usia mereka.
"Ada orang-orang yang berbohong. Biasanya adalah mereka yang berusia di bawah 13 tahun," cetus chief privacy advisor Facebook Mozelle Thompson.
"Oleh karena itu kami menghapus 20 ribu pengguna di bawah umur setiap harinya," lanjut Thompson.
Berdasarkan regulasi Facebook, pengguna setidaknya harus berusia 13 tahun. Jika Facebook mengetahui bahwa salah satu penggunanya ternyata masih di bawah usia minimum, akun tersebut akan segera dihapus.
Facebook juga mengimbau pengguna muda lainnya untuk meminta izin terlebih dahulu kepada orangtua mereka, sebelum mengirimkan informasi apapun melalui internet.
Thompson mengakui sistem yang dijalankan Facebook untuk mendeteksi informasi palsu dari penggunanya memang belum sempurna. Namun Thompson berjanji perusahaannya akan segera mempekerjakan ahli keamanan cyber guna mengatasi keluhan serta permasalahan tersebut.
(van)
TEMPO.CO, Pangkalan Bun - Seekor orang utan ditemukan dalam keadaan penuh terkena luka tembak pada sekujur tubuhnya di perkebunan sawit, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Hasil otopsi yang dilakukan Tim Dokter Orang Utan Foundation UK menemukan adanya 104 butir peluru di dalam tubuh si orang utan.
»Rontgen dilakukan di bagian kepala, dada, perut, kaki dan tangan,” kata dokter hewan dari Orang Utan Foundation UK, Drh. Zulfiqri, dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 24 Oktober 2012. Orang utan ini ditemukan oleh tim rescue SKW II-BKSDA Kalteng dan Orang Utan Foundation pada 10 Oktober 2012.
Menurut Zulfiqri, dari tubuh orang utan yang diberi nama Aan itu ditemukan 37 peluru di bagian kepala dan 67 peluru yang tersebar di sekujur badan. »Beberapa peluru juga bersarang pada organ-organ vital, termasuk di daerah jantung dan paru-paru,” katanya.
Saat ini Aan, yang masih dalam perawatan intensif, berada dalam kondisi kritis. »Aan kemungkinan dapat mati karena mengalami infeksi berat di kepala,” kata Zulfiqri. Tembakan di kepala membuat lubang-lubang yang akan menjadi jalan masuk bagi berbagai jenis penyakit, termasuk jenis-jenis penyakit yang mematikan.
Peluru yang bersarang di sekitar mata dan telinga membuat Aan sudah tak lagi memiliki kemampuan melihat dan mendengar. »Mata kirinya sudah buta saat Aan dibawa keluar dari perkebunan sawit,” kata Zulfiqri.
Menurut Liaison Officer Orang Utan Foundation UK, Astri Siregar, tim akan terus berusaha mencari jalan terbaik agar Aan bisa terus hidup. »Operasi dan pengobatan untuk Aan akan diupayakan secara maksimal,” kata Astri. Bila Aan mampu bertahan, akan dipindahkan ke salah satu camp reintroduksi di Suaka Margasatwa Sungai Lamandau, Kalimantan Tengah.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II-Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah (SKW II-BKSDA Kalteng), Hartono SP menyayangkan kondisi yang dialami oleh Aan. Menurutnya orangutan adalah salah satu satwa yang dilindungi secara hukum karena sudah terancam punah. »Instansi pemerintah terkait lainnya perlu mengevaluasi pemberian perijinan pembangunan di luar bidang kehutanan untuk tetap memperhatikan keseimbangan alam,” kata Hartono.
Kasus penembakan terhadap orangutan kerap terjadi di perkebunan sawit. Pada Januari lalu terbongkar aksi pemburuan orangutan dengan ditemukannya tulang belulang orangutan. Perkara yang melibatkan perkebunan sawit PT Prima Citra Selaras dan PT Sabhantara Rawi Santosa, PT Khaleda Agroprima Malindo, di Kutai Timur diungkap Kepolisian Resor Kutai Timur, Kalimantan Timur.
YULIAWATI




